Dalam perkembangan zaman yang begitu cepat saat ini utamanya teknologi dan informasi. Tidak dapat dibatasi segala yang diketahui, salah satunya informasi kebudayaan dari luar. Salah satu yang menjadi permasalahan yang dihadapi oleh setiap bangsa utamanya Indonesia yang memiliki kebudayaannya masing – masing adalah semakin tergerusnya jati diri bangsa utamanya kebudayaan yang dianggap sebagai warisan nenek moyang yang kuno dan ketinggalan.
Indonesia dikenal oleh bangsa lain sebagai salah satu surga yang jatuh ke bumi. Bangsa ini memiliki keanekaragaman tinggi mulai dari alam, masyarakatnya hingga kebudayaannya. Indonesia tercatat memiliki ribuan pulau yang didiami oleh berbagai macam masyarakat yang memiliki kebudayaan sendiri. Ribuan suku dengan ribuan bahasa pendukung, ditambah berbagai macam kebudayaan yang berkembang pada masing – masing masyarakatnya.
Seni Bela diri tradisional Pencak Silat merupakan merupakan salah satu warisan kebubayaan bangsa Indonesia yang sampai dengan saat ini masih lestari. Kata “silat” sendiri merupakan istilah yang terkenal secara luas di kawasan Asia Tenggara untuk menyebut seni bela diri ini. Silat berarti gerak beladiri sempurna yang bersumber dari kerohanian. Dalam perkembangannya, silat ini lebih mengutamakan unsur seni dalam penampilan keindahan gerakan, sementara itu silat ialah inti dari ajaran bela diri dalam pertarungan.
Seperti halnya pencak silat yang ada didaerah Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat. Silat, dalam bahasa Minang disebut "silek", juga berkembang ke seluruh penjuru Sumatera Barat. Salah satu silek yang terkenal diantaranya adalah silek lanyah yang merupakan silek yang berasal dari Desa Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang. Desa Kubu Gadang merupakan sebuah kampung yang berada dilembah di antara gunung Marapi, gunung Singgalang, gunung Tandikat, dan bukit Barisan.
Silek lanyah merupakan salah satu upaya pergerakan yang menjadikan dusun Kubu Gadang dikenal oleh masyarakat luas. Silat ini merupakan hasil inovasi yang berdasarkan kepada seni beladiri asli Minangkabau yaitu Silek. Pergerakan yang dilakukan di Kubu Gadang ini merupakan salah satu bentuk upaya mengangkat kembali nilai – nilai kearifan Minangkabau dan kebudayaan serta kesenian tradisi untuk kembali dikenal dan diterapkan. Silek Lanyah yang dikemas menjadi sebuah atraksi pertunjukan ini didasarkan kepada seni beladiri asli Minangkabau yaitu silek. Utamanya berdasarkan kepada gerakan dari aliran silek tuo Nagari Gunuang yang merupakan salah satu aliran silek di Minangkabau. Silek Lanyah menurut daerah asalnya secara harfiah dapat berarti silat di atas tanah basah atau lumpur. Silek Lanyah sering dilakukan di petak petak sawah yang basah atau tergantung petakan mana yang tersedia.
Menjadi sebuah atraksi yang menarik, selain menjadi sebuah destinasi serta sebuah inovasi dalam upaya untuk kembali mengangkat nilai – nilai kearifan, kebudayaan dan kesenian lokal. Saat ini pemerintah kota Padang Panjang berkeinginan bisa memfasilitasi kegiatan silek lanyah ini dalam bentuk even “galanggang silek lanyah” (Gelanggang Silek lanyah ) menjadi even tetap di kota Padang Panjang. Para penggiat silek di Sumatera Barat pun berkeinginan adanya kompetisi silek lanyah, jika “galanggang silek lanyah” bisa di wujudkan.
Sudah saatnya kita bangga menjadi jati diri bangsa ini. Dengan tetap bangga dan mempertahankan, menjaga, melestarikan dan memperkenalkan diri dengan jati diri bangsa yang dikagumi oleh dunia. Serta melakukan inovasi dan kreasi tanpa meninggalkan landasan kepada warisan yang telah diciptakan oleh nenek moyang pendahulu yang telah membuat bangsa ini dikenal.